Berita

Kejaksaan Negeri Makassar telah menindaklanjuti Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020 tentang penanganan hukum yang humanis yakni restorative justice terhadap korban dan pelaku kejahatan

Kejaksaan Negeri Makassar telah menindaklanjuti Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020 tentang penanganan hukum yang humanis yakni restorative justice terhadap korban dan pelaku kejahatan. Bahwa tersangka berinisial (M.H) melakukan penganiayaan terhadap saksi korban berinisial (S) dimana pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 2 (dua) tahun dan 8 (delapan) bulan. Sesuai dengan persyaratan terpenuhinya Restorative Justice yaitu ancaman pidana dibawah 5 (lima) tahun, kerugian dibawah Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) dan bukan pengulangan pidana (residivis), berhasil melakukan perdamaian antara saksi korban dan Tersangka dengan cara membuat surat pernyataan perdamaian dan menandatangani Berita Acara Kesepakatan yang dihadiri oleh Saksi dan Jaksa Penuntut Umum atas nama ANDI NUR FITRIANI, SH. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu tanggal  16 September 2020 pukul 10:00 WITA di Ruang Tahap II Kejaksaan Negeri Makassar. Hal ini sebagai upaya untuk menyelesaikan kasus pidana yang  tergolong ringan sehingga diharapkan mampu tercapainya keadilan bagi seluruh pihak tanpa harus berlanjut ke meja persidangan. upaya restorative justice merupakan penanganan perkara yang mengacu rasa keadilan pada masyarakat sesuai Peraturan Jaksa Agung RI dan telah disetujui melalui surat ketetapan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tanpa merugikan kedua belah pihak karena sebelumnya telah dimediasi untuk berdamai.