skip to Main Content
Jaksa Samboritta Berakhir Di Kecamatan Sangkarrang. Jaksa: “HINDARI PUNGLI”

Jaksa Samboritta berakhir di Kecamatan Sangkarrang. Jaksa: “HINDARI PUNGLI”

MAKASSAR, BKM — Program Jaksa Samboritta yang digagas Berita Kota Makassar kerjasama Pemkot dan Kejari Makassar telah berakhir.

Kecamatan Sangkarrang menjadi sesi terakhir sosialisasi pencegahan dini penyalahgunaan dan tidak pidana korupsi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Senin (30/10/2017).

Sebelumnya sosialisasi tersebut telah dilaksanakan di 14 kecamatan.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kepulauan Sangkarrang, Firnandar Sabara, Sekcam, para Lurah, RT RW serta sejumlah elemen masyarakat Sangkarrang.

Hadir sebagai pemateri Tim TP4D Kejaksaan Negeri Makassar, Herawanti.SH dan Hariyanti M Nur. SH sebagai Jaksa fungsional pada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri.

Dalam sambutannya Firnandar Sabara menjelaskan kepada seluruh peserta sosialisasi Jaksa Samboritta bahwa tujuan dari sosialisasi Jaksa Samboritta untuk memberikan pencerahan hukum kepada semua staf pegawai kecamatan.

“Saat ini kecamatan kepulauan Sangkarrang usianya baru 10 bulan. Saya Camat pertama dikepulauan, memiliki tiga kelurahan, dimana pulau Barang Lompo selaku ibu kota kecamatan Sangkarrang,” kata Firnandar.

“Adapun kelurahan dibawah naungan kecamatan Sangkarrang, yakni kelurahan Barang Caddi, yang memiliki lima pulau, kelurahan Koding Ngareng dan kelurahan Barang Lompo. Hanya saja saat ini kepulauan tidak lepas dari masalah telekomnuniasi,” ungkap Firnandar. (juni)
Herawanti, SH menambahkan dalam hal penanganan kasus korupsi, Kejaksaan lebih memfokuskan kepada pencegahannya. Namun setelah diberikan peringatan dan tetap melakukan maka kejaksaan tentunya akan melakukan dan mengambil langkah- langkah penindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi Kejaksaan Negeri Makassar    Isi situs ini bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Makassar. Apabila terdapat data electronic-based yang berbeda dengan data resmi paper-based, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper-based.
Back To Top