skip to Main Content
Kejari Makassar Layangkan Panggilan Ke Dirut PD Pasar Raya Makassar

Kejari Makassar Layangkan Panggilan ke Dirut PD Pasar Raya Makassar

Penyidik Kejaksaan Negeri Makassar melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) Perusahan Daerah (PD) Raya Makassar, Rahim Bustam.

Rahim Bustam akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Pungutan Liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pa’baeng-baeng Makassar.

“Hari Senin kita jadwalkan pemeriksaan para saks. Saksi akan dipanggil sebanyak lima orang i,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Alham kepada Tribun, Jumat (4/8/2017).

Alham menyampaikan pemeriksaan saksi untuk menelusuri adanya keterlibatan pihak lain yang diduga bertanggungjawab dalam sewa lods tersebut.

Kasus ini berawa dari penangkapan Kepala Pasar Pabaeng-baeng, Laisa A Mangong dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rabu (27/10/2016) malam bulan lalu.

Penangkapan itu saat tim OTT Polda mendapatkan laporan dari benerapa pedagang yang mencurigasi adanya penjualan los dengan mark up.

Penyidik menemukan adanya penjualan los tidak sesuai karena pihak pasar mengadakan 30 unit los di pasar Pabaeng-baeng Timur dengan harga jual los Rp 2,250 Juta.

Namun dijual oleh tersangka sebesar Rp 20 juta dan Rp 30 Juta. Hasil penjualan los yang sudah laku sebanyak sembilan los, kemudian disetor terhadap pihak PD Pasar.

Selain itu, hasil penyelidikan menguat bahwa dari infrastruktur bangunan Los juga dipakai rangka baja murah yang tentunya tidak sesuai dengan harga jual per unitnya Rp 20 hingga Rp 30 juta.

Laisa A Mangong dalam kasus ini divonis selama tiga tahun perjara. Laisa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pungutan Liar (Pungli) pembayaran sewa lods pasar Pa’baeng-baeng Makassar.

Selain pidana penjara, Laisa juga dikenakam denda Rp150 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi Kejaksaan Negeri Makassar    Isi situs ini bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Makassar. Apabila terdapat data electronic-based yang berbeda dengan data resmi paper-based, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper-based.
Back To Top