skip to Main Content
Perusahaan Di Sulsel Menunggak Rp 39 Miliar Ke BPJS Ketenagakerjaan

Perusahaan di Sulsel menunggak Rp 39 miliar ke BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 1 Februari 2018 18:45 WITA Kajari Makassar Dicky R Rahardjo bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Makassar Usman Rappe Terkini.id, Makassar – Meskipun kewajiban mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) sudah diatur undang-undang, masih banyak perusahaan yang bandel. Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, mencatat, sedikitnya ada Rp 39 miliar piutang perusahaan yang harus ditagih oleh BPJS TK pada 2018, karena menunggak. Piutang tersebut berasal dari iuran perusahaan-perusahaan yang belum dibayar. Sekitar 70 persen perusahaan penunggak iuran itu ada di Makassar. Kejari pun merasa perlu untuk menggencarkan penagihan kepada perusahaan itu, karena sudah masuk ranah hukum. Bahkan bila perlu dilanjutkan ke penindakan (penyidikan). “Kejari diamanahkan memberikan bantuan hukum ke BPJS Ketenagakerjaan. Ini demi melindungi hak-hak dasar para pekerja,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Dicky R Rahardjo, di salah satu rumah makan di Makassar, Kamis 1 Februari 2018. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Makassar, pada Kamis melakukan penandatanganan kesepakatan bersama Kejari Makassar, untuk melanjutkan kerja sama tentang penanganan hukum di bidang perdata dan dan tata usaha negara. MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Makassar, Usman Rappe, bersama Kepala Kejari Makassar, Dicky R Rahardjo. Baca :BPJS Ketenagakerjaan sosialisasi program kerja di tempat wisata Dicky menjelaskan, dari sebesar Rp 39 miliar piutang BPJS TK tersebut, sebesar Rp 19 miliar di antaranya diserahkan ke Kejari Makassar untuk ditagih. “Rp 19 miliar itu piutang dari 560 perusahaan di Makassar. Ditangani Kejari, karena piutangnya sudah masuk kategori macet. Sudah di atas 12 bulan menunggak,” terang Usman Rappe. Karyawan dirugikan Menurut Dicky, banyak perusahaan yang bandel, dan tidak serius mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. “Ada perusahaan yang cuma mendaftarkan sebagian karyawannya. Ada juga perusahaan yang daftar tapi tidak membayar iuran karyawannya,” ceritanya. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi karyawan, ketika mereka mengalami kecelakaan kerja, atau pensiun dan mereka baru tahu kalau iuran BPJS Ketenagakerjaan mereka tidak dibayar oleh perusahaan.
Sumber Artikel : https://makassar.terkini.id/perusahaan-sulsel-menunggak-rp-39-miliar-bpjs-ketenagakerjaan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi Kejaksaan Negeri Makassar    Isi situs ini bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Makassar. Apabila terdapat data electronic-based yang berbeda dengan data resmi paper-based, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper-based.
Back To Top